Usaha Produk Olahan Sederhana Rumput Laut


Produk olahan sederhana rumput laut terdiri dari tiga produk yaitu cendol, manisan dan puding. Salah satu keistimewaan hasil olahan tersebut terletak pada bentuk rumput laut yang masih seperti aslinya. Ketiga produk ini tidak hanya dikomsumsi sendiri, tetapi dapat juga menjadi salah satu sumber penghasilan.

Bahan yang dipakai dalam pembuatannya adalah rumput laut jenis Euchemuma cotonii yang telah dikeringkan. Pengeringan bahan tersebut telah dikerjakan oleh petani rumput laut. Caranya, rumput laut yang baru saja dipetik dicuci dengan air tawar sambil dibersihkan dari segala kotoran, baik pasir, kerang, karang ataupun jenis rumput yang lain. Setelah itu baru dikeringkan sampai benar-benar kering. Rumput laut yang telah dikeringkan dapat disimpan sampai berbulan-bulan bahkan sampai satu tahun.

Pengolahan rumput laut menjadi cendol, manisan dan puding mempunyai langkah dasar yang sama. Langkah-langkah itu adalah sebagai berikut.

Rumput laut kering direndam dalam air tawar selama 2 – 3 hari. Lamanya perendaman tergantung dari umur rumput laut. Rumput laut yang tua direndam lebih lama dibandingkan yang muda. Namun, rumput laut yang tua hasil akhirnya lebih baik karena tidak terlalu lembek atau terlalu halus.

Air diganti tiap pagi dan sore hari. Pada waktu mengganti air, rumput laut sekaligus dicuci dari kotoran-kotoran yang mungkin masih ada. Perendaman di hentikan bila rumput laut telah dapat diputus dengan kuku jari.
Rumput laut ditiriskan.

Setelah itu dipotong-potong sekitar 2 cm.
Langkah selanjutnya tergantung dari produk yang akan dihasilkan, apakah akan dibuat cendol, manisan atau puding.

A. Pembuatan Cendol
Rumput laut yang telah dipotong, disiram dengan air hangat + 15 menit. Penyiraman tidak harus memakai air hangat yang baru, air hangat bekas pun dapat dipakai kembali asal masih hangat.
Rumput laut ditiriskan.

Apabila menghendaki rumput laut warna hijau atau merah dapat dicampur dengan pasta pandan. Akan tetapi bila menginginkan warna putih tidak perlu diberikan campuran seperti itu. Setelah tiris dapat segar dicampur dengan santan dan air gula merah

B. Pembuatan Manisan
Setelah dipotong, rumput laut dimasukkan ke dalam larutan gula. Perbandingan jumlah gula dan rumput laut basah adalah 1 : 1.

Perendaman di dalam larutan gula kira-kira 5 – 10 menit. Setelah itu ditiriskan.
Seperti pembuatan cendol, bila ingin warna selain putih dapat diberi pasta pandan. Pemberian dapat juga dilakukan sebelum direndam dalam larutan gula. Namun, larutan gula akan menjadi berwarna sehingga hanya dapat dipakai untuk rumpu t laut yang sewarna. Pemberian warna harus merata agar menarik konsumen bila hendak diperdagangkan.

C. Pembuatan Puding
Rumput laut yang telah dipotong, direbus dengan air dan susu cair. Banyaknya susu kira-kira satu kaleng untuk 1 kg rumput laut basah atau sesuai dengan selera
Agar rasa puding lebih nikmat dapat juga ditambahkan sedikit gula, vanili, dan garam. Pasta pandan diberikan bila ingin warna selain putih.
Setelah mendidih, segera diangkat dan dituang dalam cetakan-cetakan

D. Pengepakan
Pengolahan di atas masih kurang lengkap jika akan dipasarkan. Harus disediakan tempat atau wadah untuk menyajikannya. Wadah yang dipakai sebaiknya yang terbuat dari plastik, karena para konsumen dapat melihat langsung isi di dalamnya. Perlu diingat bahwa daya tarik olahan ini terletak pada bentuk rumput laut yang seperti aslinya. Ukuran wadah dapat bermacam-macam sesuai dengan harga yang diberikan. Setelah manisan dan pudding dimasukkan dalam wadah plastik, segera ditutup dan diplester sehingga benar-benar rapat. Setelah itu disimpan dalam lemari pendingin. Manisan dapat bertahan sekitar satu bulan. Dengan perlakuan yang sama, pudding dapat bertahan sekitar satu minggu. Cendol juga dimasukkan dalam wadah plastik, tetapi disertai dengan santan dan air gula jawa sebagai pelengkapnya.

readmore »»  

Raup Puluhan Juta dari Bisnis Angkringan, Mau?


Angkringan.Bila Anda sedang berada di wilayah Jawa Tengah, tentu tak sulit menemukan angkringan. Buat Anda yang belum familiar dengan istilah ini, angkringan adalah sebutan untuk sebuah gerobak dorong yang menjual berbagai macam makanan dan minuman yang biasa terdapat di setiap pinggir ruas jalan di Solo Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Gerobak angkringan biasa ditutupi dengan kain terpal plastik dan bisa memuat sekitar delapan orang pembeli. Beroperasi mulai sore hari, angkringan mengandalkan penerangan tradisional yaitu senthir, dan juga dibantu oleh terangnya lampu jalan.

Biasanya, angkringan menjual beragam makanan di antaranya nasi kucing, gorengan, sate usus (ayam), sate telur puyuh, keripik dan lain-lain. Minuman yang dijual pun beraneka macam seperti teh, jeruk, kopi, tape, wedang jahe dan susu. Semua dijual dengan harga yang sangat terjangkau.

Ternyata, popularitas angkringan tidak hanya menggaung di Jawa Tengah. Kini, gemanya pun terdengar hingga Pekanbaru. Saat ini angkringan menjadi bisnis menggiurkan yang menjanjikan keuntungan belasan hingga puluhan juta rupiah. Tidak percaya?

Mari berkenalan dengan Lutfi. Pria inilah yang mengatakan, bisnis angkringan bisa meraup omzet berkisar Rp 18,2 juta hingga Rp 26 juta per bulan, padahal usaha jajanan rakyat itu tergolong baru di Pekanbaru. "Bahkan, saya bersiap untuk membuka cabang angkringan ketiga di Pekanbaru," kata Lutfi, yang mengelola "Anglo Angkringan".

Menurut Lutfi, kunci keberhasilan bisnis angkringan di daerah perantauan adalah mempertahankan orisinalitas. Intinya, bisnis angkringan bukan sekadar menjual makanan khas seperti tempe bacem, nasi kucing hingga aneka minuman kopi dan wedang jahe. "Selain makanan khas, bisnis angkringan juga harus menjaga khas tradisional Jawa seperti pelayanannya dan menjaga suasananya agar tercipta atmosfir nostalgia untuk setiap pengunjungnya," kata Lutfi.

Lutfi awalnya membuka satu angkringan di Jalan Melur, Pekanbaru, dengan sistem modal bersama dengan Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada di Pekanbaru. Bisnis tersebut kemudian berkembang, dan kini "Anglo Angkringan" membuka satu cabang lagi di Jalan Arengka, Pekanbaru.

Menurut dia, strategi bisnis angkringan dimulai secara sederhana yakni lewat promosi dari mulut ke mulut.
Kini angkringan mulai memiliki pelanggan tetap dari kalangan komunitas, para perantau dari Jawa yang bekerja di Pekanbaru, hingga mahasiswa dan warga Pekanbaru yang masih berkuliah dan alumni dari universitas di Yogyakarta.

Seorang pengunjung, Merry Adriyani, mengatakan awalnya memilih angkringan karena harga makanannya yang sangat murah dibandingkan dengan tempat makan lainnya di Pekanbaru. Namun, ia kemudian mengaku tertarik karena suasana kekerabatan yang sangat kental di angkringan.

Bahkan, ia mengatakan banyak mengenal teman-teman baru dari berbagai kalangan dari tempat makan sederhana itu.

"Angkringan yang dulu identik dengan warung rendahan, kini sudah menjadi tempat berkumpul semua kalangan tak memandang status dan usia karena suasana kumpul-kumpul yang buat angkringan itu wajib untuk dijadikan tempat 'nongkrong'," kata Merry Adriyani.
readmore »»  

bisnis kaos / distro


Ingin punya disto kaos sendiri? Wah pasti modalnya besar.. belum sewa tempatnya, belum lagi harus stok baju yang pembuatannya harus dalam jumlah besar. Mungkin itu yang kita pikirkan saat memiliki ide usaha tentang bisnis kaos. Yah, peluang usaha bisnis kaos memang sangat menjajikan, namun sebagian terbentur pada masalah permodalan.



Adakah cara yang lebih mudah dan murah, atau bahkan tanpa modal ?Jawabannya Ada!. Bisnis kaos tidak melulu soal modal, namun lebih pada soal kreatifitas. Pernahkan terfikir oleh kita untuk membuka sebuah Online distro atau toko online kaos? Memulai bisnis kaos dengan system toko online memiliki banyak benefit. Tahukah Anda bahwa sebagian besar pemilik toko online tidak memiliki toko offline. Artinya mereka hanya memajang produk mereka di internet, dan membeli kebutuhan sejumlah kebutuhan pembeli yang memesan.



Saya pernah membaca seorang tukang parkir yang memulai bisnis toko online tentang helm. Setelah 2 tahun akhirnya ia memiliki toko beneran yang menjual helm. Selama 2 tahun ia selalu mengambil helm di toko helm tempat dia mangkal parkir. Jadi kreatifitas sangat dibutuhkan dalam mencari supplier, mengatur promosi hingga penjuaan.



Kita kembali ke bisnis kaos. Sekarang kita fokus pada konsep toko online. Bagaimana memulainya? 



1. Yang kita butuhkan adalah kreatifitas tentang tema produk desain kaos kita. Apakah kita akan membuat kaos dengan tema lucu, tema fancy, atau apapun yang ada punya inspirasinya


2. Bila kita memiliki kemampuan desain seperti corel dan photoshop, artinya kita memiliki 70% modal dalam bisnis kaos. Mengapa demikian? Karena Bisnis kaos identik dengan desain. Tidak ada toh distro yang menjual kaos polos? 



3. Bila kita tidak memiliki kemampuan dalam bidang desain, kita bisa mencari partner atau teman untuk memulai. Atau kita bisa memulai dengan kita sendiri dengan membuat kaos tentang tulisa maupun plesetan yang sedang marak saat ini seperti “Aku cantik seperti Mama” dan masih banyak lagi.



4. Setelah memiliki produk, kita bisa mulai memajang di toko online kita desain tersebut. Akan lebih baik bila produk di toko kita menampilkan ilustrasi desain yang sudah dibuat diatas kaos, sehingga terlihat seperti produk nyata. Padahal hanya kaos polos dengan ditambah desain diatasnya.



5. Mulailah promosi bisnis kaos kita. Bisa menggunakan forum, facebook, twitter maupun teman yang kita kenal. Gunakan nama toko yang unik yang mencermikan tema produk kita.



6. Bagaimana bila ada yang memesan. Nah, barulah kita mulai membeli kaos polos, dan mendatangi vendor kaos printing yang sekarang banyak bertebaran. Atau kita bisa search di google dengan kata kunci “Vendor Kaos DTG”. Tentunya kita sudah memiliki modal dari biaya yang telah ditransfer oleh pembeli. Bila selesai kita tinggal mengirimnya.
http://idebisnis.org


readmore »»  

Bisnis pecel lele


Salah satu keuntungan bisnis kuliner adalah perputaran yang cepat. Modal hari ini bisa menjadi keuntungan + modal lagi, sehingga modal bisa tetap digunakan untuk modal esok harinya dan keuntungan bisa dikumpulkan setiap hari. Jadi bila kita siap untuk modal awal, kita tidak akan kehabisan modal untuk menjalankan usaha ini, asalkan kita tidak ikut makan modalnya alias makan ga bayar 

Teman saya memulai bisnis pecel lele dengan modal 10 juta untuk membeli terpal, meja kursi, sewa lapak, peralatan makan dan minum serta modal untuk bahan baku seperti lele produk lainnya. Lalu seberapa keuntungan bisnis pecel lele ini? Anggaplah kita baru memulai bisnis pecel lele ini sehingga masih belum bisa mendapatkan pengunjung yang ramai. Tapi menjual 20 ekor lele seharga delapan ribu rupiah per hari sangat memungkinkan.

20 Ekor lele x Rp. 8.000 = Rp. 160.000

Dalam satu bulan : Rp. 160.000 x 30 hari = Rp.4.800.000

Dari perhitungan di ataskita bisa melihat omzet dalam 1 bulan Rp. 4.800.000. Untuk bisnis pecel lele profit yang didapatkan mencapai 40%, sehingga bisa kita asumsikan keuntungan kita adalah :

Profit = 40% x Rp..4.800.000 = Rp. 1.920.000,-

Jadi keuntungan kita pun masih bisa hampir mencapai 2 juta perbulan. Kita belum memperhitungkan dari minuman seperti es teh yang bisa dijual dengan harga Rp.3.000 dengan modal Rp. 500. Juga makanan tambahan seperti tahu tempe. Jadi bisnis ini sangat menjanjikan dari sisi keuntungan.

Saya sempat berbincang dengan pemilik  pecel lele di cikarang. Hari biasa menghasilkan omzet 1 juta perhari, dengan sabtu minggu mencapai 2 juta. Sehingga omzet dalam satu bulan mencapai 35 juta. Bila profit diambil 30%, maka keuntungan bersih perbulan mencapai 10 juta. Wow, ini pedagang pecel lele loh.
idebisnis.org
readmore »»  

Mengolah Fosil Kayu Jadi Kerajinan Bernilai Ratusan Juta




Bahan mentahnya dari di negeri sendiri, sementara pengolahan dan penikmat nilai tambahnya ada di negeri orang. Hal ini yang mendasari Robby dan sebagian perajin batu fosil asal Banten lainnya tidak ingin mengekspor fosil kayu masih mentah atau raw material.

Mereka berupaya mengolah fosil kayu menjadi barang jadi. Benar saja, fosil yang dulunya hanya berbentuk bongkahan batu besar dijual per kilogram Rp 20.000-Rp 100.000 kini menjadi barang antik bernilai ratusan juta rupiah. Bahkan, harganya bisa mencapai Rp 1 miliar.

"Alhamdulillah ekspor ini sudah ke Jerman, Singapura, Korea Selatan, dan China. Namun, kebanyakan orang Korea dan China karena mereka suka barang-barang yang antik dan aneh," ujar Robby yang menggeluti kerajinan barang pajangan dan hiasan rumah dari olahan fosil kayu ini, saat ditemuiKompas.com pada pameran INACRAFT di JCC pertengahan Juli 2012.

Menurut Robby, ada nilai seni, antik, unik, dan mewah bila diolah menjadi pajangan, mebel, bahkan perhiasan organik. "Bisa makin bening mirip batu mulia jika diolah," ungkap Robby.
Akik es

Fosil kayu atau petrified wood atau batu sempur sendiri merupakan hasil membatunya suatu kayu selama 100 hingga jutaan tahun silam di permukaan tanah. Semua bahan organik yang awalnya terkandung telah berganti menjadi mineral silikat. Senyawa yang mengandung unsur silikon, oksigen, dan beberapa logam.
Mineral silikat yang terkandung di dalam fosil kayu bukan lagi berbentuk kayu yang umumnya ditemui, melainkan lebih mirip seperti bebatuan alam. Fosil ini umumnya juga ditemui di daerah pedalaman hutan, gua, dan dasar sungai di daerah Banten dan Sumatera. Ketika diangkat dari kedalaman 3-5 meter di bawah permukaan tanah, bentuknya mirip bongkahan kayu besar, menyerupai batu berwarna coklat kehitaman.

Ada juga yang bentuknya masih utuh seperti bagian badan batang pohon. Bagi perajin seperti Robby, bentuk luar bongkahan fosil kayu ini layaknya sebuah cangkang. Sementara itu, bagian dalamnyalah yang bisa diolah menjadi barang pajangan bernilai estetika tinggi. Robby menyebutnya "batu akik es". "Ini tuh masih tertutup kulit. Kulitnya kita buka dan yang diambil bagian dalamnya. Sekarang ini yang paling dicari itu jenis akik es," kata Robby yang juga menerima permintaan pembeli, yang ingin menjadikan fosil kayu itu seperti apa.
Akik es ini berwarna putih kemerahmudaan dan padat. Sekalipun padat, bila disorot lampu senter, maka cahayanya akan menembus dinding-dinding akik es.

Untuk mencapai tahap batu akik es, Robby mengaku butuh waktu tiga hingga empat bulan pengerjaan. Pasalnya, harus penuh kehati-hatian dalam proses menggerinda dan mengamplas sisik kasar kulit luar dari fosil kayu tersebut. Ada kemungkinan juga saat pengerjaan, lanjut Robby, akik es di dalamnya malah patah atau retak. "Dari lekukannya (serat yang menempel di akik es) saja kita sudah kesulitan, takut patah saat dikerjakan," ungkapnya.

Lalu, bila pemesan menginginkan waktu pengerjaannya hanya seminggu hingga sebulan, Robby pun bisa menyanggupinya. Asalkan, barang jadinya tidak berbahan akik es sepenuhnya, masih kasar, dan tekstur kayunya pun melekat di bagian lekukan-lekukan pajangan, serta memiliki kandungan mineral silikat sedikit.

Ada juga yang disebut semi-akik es. Itu artinya, tahapan pengalusan fosil tidak sampai batas maksimal atau setengah jadi. Tentu harganya pun lebih murah ketimbang akik es. "Yang masih kasar ini dan kandungan silikat atau mineral sedikit bisa dibentuk menjadi seperti hewan, mebel, gantungan, asbak, patung Buddha dan bentuk lainnya. Bila bening atau akik es, harganya justru sangat mahal," kata Staf Pelaksana Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Banten Agus Andriansyah kepada Kompas.com,yang turut mendampingi Robby di stan pameran.
Menurut Andri, sapaan akrabnya, hanya fosil kayu berusia jutaan tahun yang mampu menghasilkan akik es.

Hanya, daerah potensi penghasil fosil kayu seperti ini sudah mulai jarang ditemui. "Suplai bahan baku fosil kayu ini sekitar 6 bulan, bahkan setahun sekali baru dikirim (dari penambang ke pengolah/industri). Tapi sekarang yang masih berpotensi masih di daerah Sukabumi, Garut, dan Banten," tutur Andri.

Ia menambahkan, untuk membedakan barang tiruan akik es, caranya mudah. Biasanya, barang tiruan berbahan plastik khusus atau bersilikat rendah. Ketika dipegang, yang asli akan terasa dingin ataupun panas karena mineral di dalamnya menyesuaikan suhu di lingkungan sekitar.
Ingin jadi tuan rumah

Baik bagi perajin maupun pemerintah, pengolahan fosil kayu di dalam negeri lebih menguntungkan daripada hanya mengekspor dalam bentuk mentah atau bongkahan besar. Andri mengaku, dalam setahun, industri binaan Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Banten ini mampu mengekspor satu ton, dari berbagai jenis budidaya fosil kayu.

Untuk pasar domestik sendiri, menurut Andri, barang seperti ini juga dilirik oleh kalangan pejabat, terutama pajangan jenis akik es. Adapun harga dan jenisnya, mulai dari pajangan jenis akik es dengan berat minimal 70 kilogram dihargai Rp 200 juta-Rp 1 miliar, semi-akik es seharga Rp 17,5 juta-Rp 100 juta, hingga pajangan berbentuk hewan atau abstrak yang dihargai Rp 300.000-Rp 1 juta (berat kurang dari satu kilogram).
Untuk jenis pajangan berbentuk abstrak dengan ukuran besar, bagian kaki-kakinya ditopang oleh tatakan yang terbuat dari kayu jati. Tingkat kemahalan harga juga dipengaruhi oleh berat, ukuran, kualitas, nilai estetika, dan artistik, hingga tingkat kesulitan proses pembuatannya. "Sekarang ini, dalam proses transaksi barang jadi, memang belum ada semacam surat atau sertifikatnya. Yang menandakan barang ini asli baru dari kuitansi pembeliannya saja," ungkapnya.

Andri mengaku prihatin, hingga saat ini masih marak ekploitasi dan ekpor secara besar-besaran terhadap fosil kayu masih dalam bentuk mentah, termasuk di daerah Banten. Padahal, peningkatan nilai tambah tambang ekspor melalui pengolahan sudah diatur oleh beberapa peraturan pemerintah, seperti UU Nomor 9 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba dan Kepmendag Nomor 29/M-DAG/PER/5/2012 tentang Ketentuan Ekspor Produk Pertambangan.

Untuk diketahui, Thailand sebagai negara yang sama-sama penghasil fosil kayu, mendirikan museum dan pusat penelitian fosil kayu dan mineral di Provinsi Nakhon Rhatcashima pada 1999. Adapun Amerika menjadikan kawasan fosil kayu Arizona (pada 1963) dan Missisipi (1966) sebagai taman nasional fosil kayu. Itu semua dilakukan guna pelestarian, pemanfaatan optimal, dan pemberian nilai tambah dari SDA tak terbarukan tersebut.
"Memang, cara orang paling mudah untuk menjual barang tambang beginian ya dijual kiloan. Biar lebih cepat dapat uangnya. Padahal jika kita berpikir, kalau menjualnya dalam bentuk raw material (mentah), misalnya ke China atau Korea, pastinya mereka akan menjualnya kembali dalam bentuk sudah jadi ke negara lain atau ke kita juga," ungkapnya.

readmore »»  

Bisnis Kayu Kelapa, Harga Miring Kualitas Lumayan

 http://bisnisukm.com/wp-content/uploads/2009/02/kayu-kelapa-alias-glugu.jpg

Dalam membangun sebuah rumah kebanyakan pemilik pasti memilih barang-barang kualitas terbaik yang mungkin harganya relatif mahal. Tetapi bagaimana jika kita ingin membangun sebuah rumah dengan dana yang terbatas?

Apakah mungkin mendapatkan rumah yang indah dengan kualitas baik?
Kayu glugu merupakan salah satu komponen dalam membangun rumah dengan dana terbatas tapi mempunyai kualitas yang cukup apik.

Kayu murah ini bisa tampil sangat cantik jika kita kreatif dalam melakukan sentuhan akhir (finishing). Glugu jika digunakan sebagai pagar bisa tampil sangat kekar. Jenis kayu ini memiliki urat-urat kayu yg sangat kasar.
Hal inilah yang membuat Pak Sutrisno mencoba memasuki bisnis kayu kelapa (glugu). Dalam pembangunan rumah sebenarnya banyak material yang bisa digunakan sebagai alternatif dalam membangun rumah.

Bermula dari Warisan Sang Ayah

Usaha kayu yang bermula dari warisan sang ayah ini diberi nama Glugu Pendowo. Tempat produksi sekaligus kantornya dijadikan di satu tempat, yakni di Jl. Bantul km 5, Tirtonirmolo Kasihan Bantul.
Asal mula nama Glugu Pendowo terinspirasi terinspirasi dari tokoh wayang yaitu pandawa lima. Hal ini disebabkan karena ayah Pak sutrisno memiliki 5 orang anak yang semuanya laki-laki kata Pak Sutrisno yang berumur 55 tahun. Produk yang dijual dari Glugu Pendowo antara lain berupa kayu reng, kayu balokan, dan kayu usuk.
Untuk membuka usaha ini pastilah dibutuhkan modal yang tidak sedikit, selain itu dibutuhkan juga kemampuan untuk melihat maupun memahami kondisi, mutu dan kualitas kayu. Lokasi toko juga menentukan rame sepinya usaha ini.
“Selain itu kita juga perlu tahu harga pasaran untuk setiap itemnya”, begitu kata Pak Sutrisno. Untuk kayu balokan yang dijual berukuran 8m x 12m dan 6m x 10m. Sedangkan untuk kayu usuk berukuran 5m x 7m dan 4m x 6m serta kayu reng berukuran 20m x 1,5m.
Biasanya kayu glugu yang akan diolah didapat dari daerah Wonosobo, Kebumen dan pantai Pangandaran Cilacap. Semua proses produksi dilakukan di rumahnya. Proses produksi ditangani langsung oleh Pak Sutrisno dibantu dengan satu pegawai selaku sopir yang bertugas mengantarkan pesanan kayu kepada konsumen.
Tidak Menggunakan Promosi Besar-Besaran
Pak Sutrisno tidak menggunakan promosi secara besar-besaran untuk memasarkan produknya. Konsumen biasanya langsung  datang sendiri ke tempat usahanya ini. Selain itu konsumen biasanya juga berasal dari daerah sekitar karena konsumennya sebagian besar merupakan kontraktor maupun pemborong bangunan.
Selalu menyediakan stok yang cukup merupakan salah satu cara pak Sutrisno untuk menarik konsumen. Sehingga jika konsumen datang memesan, konsumen juga bisa melihat secara langsung produk yang ditawarkan dari Glugu Pendowo ini.
Tak jarang juga Pak Sutrisno memberikan diskon kepada konsumen yang membeli produk dari Glugu Pendowo ini. Pelayanan yang ramah dan baik menjadi syarat utama dalam menjalankan usaha ini. Selain itu Pak Sutrisno juga berusaha mengirimkan pesanan sesuai dengan perjanjian dan tepat pada waktunya.
Kendala
Kendala yang mungkin dirasakan sangat berat oleh Pak Sutrisno, yaitu ketika sang pegawai tidak datang. Jadi semuanya dikerjakan sendiri oleh Pak Sutrisno. Selain itu jika kayu glugu masih dalam batangan, Pak Sutrisno harus memotong terlebih dahulu.
Setelah kayu glondongan tadi sudah dipotongi, barulah bisa dijual ke konsumen. Akan tetapi kurang lebih 7 tahun belakangan ini, kayu-kayu dari agen pak Sutrisno sudah banyak yang berupa potongan, sehingga tidak terlalu menyulitkan Pak Sutrisno.
Untuk kedepannya Pak Sutrisno berencana mewariskan usaha kayu Glugu Pendowo ini kepada anak-anaknya. Dan untuk itu, mulai dari sekarang anak-anaknya juga diajari untuk mengelola usaha ini.
Baik dalam manajemen pengelolaan atau melihat kualitas dan mutu kayu, semua sudah mulai di ajarkan kepada anak-anaknya . Pak Sutrisno berharap usaha Glugu Pendowo ini tidak berhenti disini saja, akan tetapi terus lanjut semakin besar hingga kegenerasi-generasi berikutnya.
Harga
Untuk harga dari setiap produknya Pak Sutrisno mematok harga bervariasi, tergantung dari jenis dan ukuran produk yang akan dipesan.
Balokan
Kualitas 1 untuk ukuran 2-4 meter :  Rp. 16.000,00/m
Kualitas 1 untuk ukuran 5 meter:  Rp. 18.000,00/m
Kualitas 2 untuk ukuran 2-4 meter : Rp.14.000,00/m
Kualitas 2 untuk ukuran 5 meter :  Rp. 16.000,00/m
Reng
Kayu reng 1 ikat : Rp. 80.000,00
Catatan : 1 ikat kayu reng berisi antara 20 batang, dengan ukuran 1,5 m
Usuk
Kualitas 1 untuk ukuran 2m, 4m, dan 5m : Rp. 6.000,00/m
Kualitas 2 untuk ukuran 2m, 4m, dan 5m : Rp. 4.000,00/m
Simulasi Keuntungan Usaha Kayu Kelapa (Glugu)
Pemasukan
Penjualan produksi : Rp. 15.000.000,00
Pengeluaran
Bahan baku : Rp. 10.000.000,00
Gaji pegawai : Rp. 300.000,00
Biaya Transportasi : Rp. 200.000,00
Total : Rp. 10.500.000,00
Pendapatan
Rp. 20.000.000,00 – Rp. 10.500.000,00 : Rp. 4.500.000,00
readmore »»  

Peluang Bisnis Baju Wanita

http://bisnisukm.com/wp-content/uploads/2010/08/baju-wanita.jpgDari besarnya peluang dan keuntungan yang dihasilkan usaha baju wanita, menciptakan persaingan pasar yang cukup besar pula. Hampir para pelaku usaha di bidang tersebut saling berlomba memberikan hasil produk yang berkualitas dengan berbagai ciri dan inovasi yang berbeda – beda pula. Untuk itu, berikut kami berikan kiat sukses menjalankan bisnis baju wanita yang dapat Anda jalankan :

Memilih baju wanita sebagai peluang bisnis merupakan salah satu pilihan yang tepat. Mengapa demikian? Karena bisnis dalam bidang fesyen, terutama baju wanita memiliki trend yang berputar sangat pesat. Maka tak heran jika peluang bisnis baju wanita terbuka lebar, karena prospek bisnis tersebut semakin hari semakin berkembang seiring dengan kreativitas para pelaku usaha yang penuh dengan inovasi baru. Selain itu bisnis baju wanita juga dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar, karena sebenarnya wanita memiliki sifat yang lebih konsumtif dibandingkan para lelaki. Sehingga peluang pasar bisnis baju wanita lebih besar dan cukup menjanjikan.

Konsumen
bisnis baju wanita1 200x200 Peluang Bisnis Baju Wanita Terbuka LebarTarget pasar bisnis tersebut yaitu kaum wanita. Saat ini para wanita beranggapan bahwa baju bukan lagi sekedar kebutuhan pokok saja, namun juga menjadi salah satu penunjang penampilan mereka. Berbagai trend yang muncul di dunia fesyen, meningkatkan minat para konsumen untuk membeli baju yang sesuai dengan model yang berkembang saat ini walaupun sebenarnya mereka tidak terlalu membutuhkan baju tersebut.



Kiat Sukses
  1. Buatlah produk atau model baju dengan ide – ide baru, namun dapat diterima oleh pasar. Sesuaikan dengan minat pasar yang sedang berkembang saat ini, tetapi jangan lupa memberikan ciri khusus pada produk yang Anda ciptakan. Sehingga dapat memberikan citra tersendiri dimata konsumen.
  2. Selain kualitas produk, hal penting yang perlu diperhatikan yaitu membatasi jumlah produksi untuk setiap model baju yang diciptakan. Misalnya saja dengan cara membatasi produksi 10 buah untuk tiap desain.  Cara ini diterapkan dengan tujuan membuat image model yang kita desain, tidak terlihat pasaran.
  3. Cara yang ketiga dengan mencoba konsep one stop shopping pada toko baju wanita yang Anda miliki. Misalnya saja, selain menjual baju wanita tetapi juga menjual sepatu ataupun tas yang dapat menunjang penampilan para wanita. Sehingga mereka tidak hanya membeli baju saja, namun juga membeli tas ataupun spatu pada toko kita.
  4. Menggunakan strategi pemasaran yang dapat memperluas jaringan, dan mengenalkan produk kita pada masyarakat luas. Misalnya dengan mengikuti pameran – pameran yang sering diadakan, baik dalam negeri maupun luar negeri. Sehingga para konsumen mengetahui brand baju yang kita ciptakan.
  5. Melakukan promosi dengan memberikan diskon khusus pada pelanggan, atau memasang iklan di media massa dengan menggunakan jasa para model untuk mengenalkan baju yang kita produksi kepada para konsumen.
Dimanapun ada peluang, akan ada jalan menuju kesuksesan. Semoga bisnis baju wanita dapat dijadikan sebagai salah satu ide bisnis yang dapat Anda jalankan. Salam sukses.
readmore »»